Dari Kutai Timur untuk Dunia: Handi Wijaya Juara Best Speaker di Malaysia

OK Kutim, Kuala Lumpur – Handi Wijaya tidak pernah menyangka bahwa mendaftarkan diri ke International Youth Innovation Summit (IYIS) 2025 akan membawanya ke puncak kejayaan. Mahasiswa asal Sangatta, Kalimantan Timur ini berhasil meraih Juara 1 Best Speaker, mengungguli 30 delegasi dari berbagai negara dalam ajang yang berlangsung di International Youth Centre, Kuala Lumpur, Malaysia.
Namun, pencapaiannya tidak hanya itu. Bersama timnya, Eduvators, Handi juga sukses membawa pulang Juara 1 Presentasi Terbaik dan Juara 2 Inovasi Proyek Terbaik melalui inovasi digital yang mereka rancang, Laprak Indonesia, sebuah aplikasi berbasis teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat luas.
Handi memulai perjalanan ini dengan mengikuti seleksi nasional yang berlangsung selama lebih dari satu bulan. Prosesnya tidak mudah. Setiap peserta diuji melalui berbagai tahapan, mulai dari seleksi administrasi, wawancara, hingga pembuatan proposal inovasi.
Bersama timnya, Kamil Anshari (UIN Alauddin Makassar), Muhammad Reza Ilyasa (Universitas Diponegoro), dan Daniella Kartika Putri (Universitas Brawijaya). Handi mengembangkan Laprak Indonesia, sebuah inovasi yang menghubungkan anak-anak di daerah terpencil dengan sumber belajar berkualitas melalui teknologi digital.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, para delegasi tidak langsung bertanding. Mereka mendapat pembekalan berupa kunjungan edukatif ke National University of Singapore (NUS) dan Universiti Malaya, serta pelatihan intensif dari mentor internasional.
Hari yang dinanti akhirnya tiba. Handi dan timnya berdiri di panggung, menghadapi dewan juri yang terdiri dari pakar inovasi dan pendidikan dari berbagai negara. Dengan penuh percaya diri, mereka mempresentasikan Laprak Indonesia, menjelaskan bagaimana platform ini bisa menjadi solusi bagi pemerataan pendidikan di Indonesia.
Saat sesi Best Speaker, Handi tampil meyakinkan. Dengan artikulasi yang jelas dan penuh semangat, ia menyampaikan pidatonya tentang pentingnya inovasi dalam pendidikan.
Setelah presentasi, para peserta harus menunggu hasil penilaian juri. Waktu terasa begitu lambat, hingga akhirnya pengumuman pemenang dibacakan.
Suasana menegangkan memenuhi ruangan saat kategori demi kategori diumumkan. Saat nama timnya disebut sebagai Juara 2 Inovasi Proyek Terbaik, mereka sudah merasa bangga. Namun, kebanggaan semakin bertambah ketika mereka meraih Juara 1 Presentasi Terbaik.
Puncaknya, ketika nama Handi Wijaya disebut sebagai Best Speaker. Ruangan dipenuhi sorak-sorai, dan Handi naik ke panggung dengan wajah haru, membawa trofi kemenangan yang menjadi bukti perjuangannya.
“Senang dan bersyukur sekali dapat mengharumkan Provinsi Kalimantan Timur dengan mendapatkan Gelar Juara 1 International Youth Innovation Summit 2025 di Malaysia,” beber Handi dengan senyuman pada Rabu (19/3/2025).
Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Handi mendapatkan bantuan langsung dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, yang diwakili oleh Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si, serta dukungan dari beberapa perusahaan seperti PAMA Persada Nusantara dan PDAM Tirta Tuah Untung Banua.
Melihat pencapaiannya, Handi berharap kisahnya bisa menjadi motivasi bagi pemuda lain di Indonesia.
“Saya berharap pencapaian ini bisa menginspirasi pemuda Kalimantan Timur untuk berani mencoba dan tidak takut gagal, karena saya percaya bahwa setiap proses yang kita mulai akan menjadi batu loncatan untuk kesuksesan di masa depan,” tambahnya.
Kini, dengan gelar juara di tangannya, Handi dan timnya semakin bersemangat mengembangkan Laprak Indonesia, agar bisa benar-benar digunakan dan memberikan manfaat luas bagi pendidikan di Indonesia.
Dari seleksi ketat hingga kemenangan gemilang, perjalanan Handi Wijaya menjadi bukti bahwa pemuda daerah pun bisa bersaing di tingkat global jika memiliki tekad dan inovasi yang kuat.(*/One)