Pawai Ogoh-Ogoh di Sangatta Utara Semarak, Melibatkan Berbagai Komunitas

OK Kutim – Perayaan pawai Ogoh-Ogoh di Kecamatan Sangatta Utara tahun ini berlangsung meriah dengan partisipasi sekitar 200 orang dari berbagai komunitas. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Sangatta Utara, Putu Winarta, mengungkapkan bahwa acara ini tidak hanya diikuti oleh umat Hindu, tetapi juga melibatkan komunitas lain, termasuk masyarakat Jawa dan Toraja.
“Di Sangatta Utara, ada sekitar 60 kepala keluarga (KK) umat Hindu, yang secara personal berjumlah sekitar 240 orang. Namun, yang turut berpartisipasi dalam pawai ini sekitar 200 orang, termasuk teman-teman dari komunitas lain,” ujar Putu Winarta saat diminta keterangan pada Jumat (28/3/2025).
Pawai Ogoh-Ogoh tahun ini mengusung tema ‘Melayani Masyarakat untuk Menuju Indonesia Emas 2045’. Rute pawai dimulai dari halaman Sekber di Jalan Poros Kabo, melewati Jalan Sudirman dan townhall, lalu berakhir di Pura Bumi Etam, Sangatta.
Selain di Sangatta Utara, tradisi Ogoh-Ogoh juga dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, seperti Kaliorang, Kaubun, Sangkulirang, dan Wahau. Mayoritas umat Hindu di daerah ini bermukim di Kecamatan Kaliorang, Kaubun, dan Wahau.
Usai pawai Ogoh-Ogoh, umat Hindu melaksanakan ritual Tawur Kesanga, yang kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan Berata Penyepian pada keesokan harinya. Berata Penyepian dimulai pada pukul 06.00 pagi dan berlangsung selama 24 jam hingga pukul 06.00 pagi keesokan harinya.
Tahun ini, Ogoh-Ogoh yang dibuat mengusung tema Sangkala Gondongan, yang menggambarkan kekuatan negatif dari kerakusan. Selain Ogoh-Ogoh utama, terdapat juga Ogoh-Ogoh berwujud nenek-nenek yang dibuat khusus untuk anak-anak.
Sebagai bagian dari komunitas Hindu di Sangatta Utara, Putu Winarta berharap agar pemerintah daerah tetap memberikan perhatian kepada umat Hindu yang jumlahnya minoritas di wilayah tersebut.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah, baik dalam bentuk pendanaan untuk kegiatan seperti pawai maupun pembangunan Pura. Selain itu, dari sisi keamanan, kami juga membutuhkan perhatian agar umat Hindu di tanah rantau tetap merasa aman dan nyaman,” jelasnya.(*/Red)