Hj. Maya Meysi Susanti, S.Pd

(Ketua Aisyiyah Kutai Timur)

Berawal dari kegiatan sopo tresno pada tahun 1914 yang diinisiasi oleh KH Ahmad Dahlan dan istri nya Nyai Walidah yang menjadikan sopo tresna sebagai wadah pengajian bagi kaum perempuan di kauman Yogyakarta. Pada saat itu keadaan kaum perempuan indonesia sangat memprihatinkan baik dari segi pendidikan maaupun sosial kemasyarakatan. 

Hal ini menjadi perhatian khusus KH Ahmad Dahlan dalam mewujudkan firman Allah surah an-Nahl ayat 97, yang artinya, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Firman Allah SWT ini menginsyaratan bahwa dalam menegakkan amar maruf nahi munkar tidak memandang dari jenis kelamin, sehingga kaum perempuan bisa berperan dalam sosial kemasyarakatan dan berdakwah mendampingi kaum laki-laki. 

Berjalan 3 tahun pengajian sopo tresno yang didalam kegiatannya mengkaji ayat-ayat Al-Quran tentang perempuan, belajar membaca dan menulis serta berdiskusi berbagai macam ilmu pengetahuan, memiliki jumlah anggota yang terus bertambah, hal ini membuat KH Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah untuk mengganti pengajian ini dengan nama Aisyiyah, yang diambil dari nama istri Nabi Muhammad SAW yaitu Aisyah RA. Dan artinya pengikut Aisyah yang diresmikan pada tanggal 19 Mei 1917 dan Nyai Walidah ditunjuk sebagai ketuanya.

Pada tahun ini Aisyiyah telah berumur 104 Tahun, sangat tua jika dibandingkan dengan umur manusia tetapi secara organisasi Aisyiyah “terus bergerak merekat persatuan, menebar kebaikan” dibuktikan dengan telah berdirinya Aisyiyah di seluruh Indonesia yang tersebar di 34 provinsi, 458 kabupaten/kota, 3193 kecamatan, 9781 desa dan 6 PCIA di Luar negeri. Hal ini membuktikan bahwa Aisyiyah selalu terus bergerak kedepan melangkah maju dan bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Aisyiyah yang mempunyai visi tegaknya agama Islam dan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya selalu berlandaskan kepada Al-quran dan As-sunah dalam berperan didalam keluarga, masyarakat dan berbangsa. Asiyiyah juga memiliki misi untuk mewujudkan amal usaha melalui program-program dan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan kebudayaan, memperluas ilmu pengetahuan teknologi serta menggairahkan penelitian. Hal ini sudah terwujud dengan 20.125 PAUD dan TK ABA, 4398 lembaga setingkat SD,SMP dan SMA, 3904 lembaga keaksaraan fungsional dan 8 Perguruan Tinggi.

Amal usaha Aisyiyah tidak hanya dibidang pendidikan saja, tetapi di bidang perekonomian, kesehatan, sosial kesejahteraan, lingkungan hidup, hukum dll. Begitu nyatanya kerja keras, usaha dan juga pengorbanan warga persyarikatan Muhammadiyah dan Asiyiyah selalu bersinergi dalam mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya menuju masyarakat yang madani.

Semua hasil nyata ini berkat semangat, perjuangan dan pengorbanan para pendiri Muhammadiyah dan Asiyiyah sehingga cita-cita luhur ini dapat terus dirasakan manfaatnya untuk bangsa Indonesia sampai sekarang. 

Asiyiyah akan terus ada dengan bermunculan kader-kader terbaik yang rela mengemban amanah KH ahmad Dahlan dan Nyai Walidah dengan penuh semangat, kreatif dan inovatif untuk mengembangkan Asiyiyah sebagai kendaraan dakwah yang tidak menua.

sebait puisi untuk milad Aisyiyah

wajah-wajah pendahulu akan pupus

diganti oleh wajah terbarukan nan cerah

semangat Aisyiyah tidak pernah padam

selalu terbarukan oleh semangat kemajuan

Asiyiyahku sudah tua, tapi tidak menua

selalu beramal bakti

membangun negara

menjemput Karunia ilahi

Sangatta, 19 Mei 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here